Minggu, 21 Maret 2010

Mengenal Dzat Allah

Pepatah mengatakan : Tak jumpa maka tak kenal, tak kenal maka tak cinta. Cinta kepada Allah semata. Cinta kasih adalah rahasia Allah.
Dia menciptakan manusia dalam bayangan rahman (hadist Rosululloh).
Bagaimana caranya kita mengenal Dzat Allah? Dimana? Kemana kita harus mencari Dzat Allah? Apakah harus ke Mekkah ataukah ke negeri Cina? Apakah sedemikian jauhnya Dzat Allah itu berada?
Bagi umat Islam sebagai bahan rujukannya adalah Al Qur’an dan hadist Rosulullah.

BERDASARKAN AL QUR’AN ADALAH SEBAGAI BERIKUT :

1. BILA HAMBA-HAMBA KU BERTANYA TENTANG AKU KATAKANLAH BAHWA AKU DEKAT (AL BAQARAH 2 : 186).
2. LEBIH DEKAT AKU DARI PADA URAT LEHER (AL QAF 50 : 16).
3. KAMI AKAN PERLIHATKAN KEPADA MEREKA TANDA-TANDA (AYAT-AYAT) KAMI DI SEGENAP PENJURU DAN PADA DIRI MEREKA (FUSHSHILAT 41 : 53).
4. DZAT ALLAH MELIPUTI SEGALA SESUATU (FUSHSHILAT 41 : 54).
5. DIA (ALLAH) BERSAMAMU DIMANAPUN KAMU BERADA
(AL HADID 57 : 4).
6. KAMI TELAH MENGUTUS SEORANG UTUSAN DALAM NAFS (DIRI)-MU (AT TAUBAH 9 : 128).
7. DI DALAM DIRI-MU APAKAH ENGKAU TIDAK MEMPERHATIKAN (ADZ DZAARIYAAT 51 : 21).
8. TUHAN MENEMPATKAN DIRI ANTARA MANUSIA DENGAN QOLBUNYA (AL ANFAAL 8 : 24).
9. AKU CIPTAKAN MANUSIA DENGAN CARA YANG SEMPURNA
(AT TIN 95 : 4).

Manusia diciptakan dengan cara yang sempurna. Berarti bahan dasarnya juga harus sempurna yaitu Dzat Yang Maha Sempurna. SETELAH AKU SEMPURNAKAN KEJADIANNYA AKU TIUPKAN RUH-KU KE DALAMNYA ( AL HIJR 15 : 29 ). Berarti Dzat Allah berada di dalam diri setiap manusia, baik mata belo maupun mata sipit, hidung mancung maupun pesek, kulit hitam, putih, coklat maupun kuning.
Dzat Allah bisa berada di dalam semua mahluk ciptaanNYA, misalnya di dalam bunga yang berwarna-warni. Dzat Ilahiah menjadi tersembunyi didalam semua mahluk ciptaanNya, seperti halnya biji gandum, setelah menjadi roti biji gandumnya tidak nampak namun dzat gandumnya tetap ada, tersembunyi di dalam roti. Disisi lain DZAT ALLAH MELIPUTI SEGALA SESUATU berarti alam semesta termasuk planet bumi ini berada di dalam “JUBAH” ALLAH. Kita semua tenggelam atau baqa dalam Tuhan. Bila Jubah Allah itu bulat seperti bola maka kita semua seperti berada di dalam bola yang kemanapun kita menghadap baik kekiri, ke kanan, ke atas maupun kebawah disanalah Wajah Allah. DIA ada dimana-mana namun dalam ke-Esa-an-NYA, DIA tidak kemana-mana.


HADITS QUDSI DAN HADITS RASULULLAH :

1. MAN AROFA NAFSAHU FAQOD AROFA ROBBAHU : Barang siapa mengenal nafs (diri) nya, maka dia mengenal Tuhan nya.
2. WA MAN AROFA ROBBAHU FAQOD JAHILAN NAFSAHU : Barang siapa mengenal Tuhannya maka dia merasa bodoh.
3. MAN TOLABAL MAOLANA BIGOERI NAFSI FAQODDOLA DOLALAN BAIDA : Barang siapa yang mencari Tuhan keluar dari dirinya sendiri maka dia akan tersesat semakin jauh.
4. IQRO KITAB BAQO KAFA BINAFSIKA AL YAOMA ALAIKA HASBI : Bacalah kitab yang kekal yang berada di dalam diri kalian sendiri.
5. ALLAHU BATHINUL INSAN, AL INSANU DHOHIRULLAAH : Allah itu bathinnya manusia, manusia adalah dhohirnya (kenyataannya) Allah.
6. AL INSANU SIRI WA ANA SIRUHU : Rahasia kalian adalah rahasia-Ku.
7. DALAM SETIAP RONGGA ANAK ADAM AKU CIPTAKAN SUATU MAHLIGAI YANG DISEBUT DADA, DI DALAM DADA ADA QOLBU, DALAM QOLBU ADA FUAD, DALAM FUAD ADA SYAGOFA, DI DALAM SYAGOFA ADA SIR, DALAM SIR ADA AKU, TEMPAT AKU MENYIMPAN RAHASIA.
8. LAA YARIFALLAAHU GHOIRULLAH : Yang mengenal Allah hanya Allah.
9. AROFTU ROBBI BI ROBBI : Aku mengenal Tuhan melalui Tuhan.
10. MAA AROFNAKA HAQQO MA’RIFATAKA : Aku tidak mengenal Engkau, kecuali sampai sebatas pengetahuan yang Engkau perintahkan.

Apakah kita bisa bertatap muka secara langsung dengan Allah? Mari kita lihat Surat Al Baqarah ayat 1 : ALIF LAM MIM. Mengapa tidak dibaca ALAM atau ALIM??? HANYA ALLAH YANG MENGETAHUI ARTINYA. Yang mengetahui Allah hanya Allah. Huruf Alif adalah milik Allah, Lam untuk utusan Allah dan Mim untuk Muhammad (insan, manusia) …
Antara Alif dan Mim ada Lam, antara Allah dan manusia ada apa?? ADA SIR.
Sir dalam hal ini bisa berperan sebagai utusan, sebagai pembawa berita, sebagai naluri, sebagai angan-angan atau imajinasi, sebagai generator dan bisa juga sebagai mikro prosesor penerima atau pengolah data.

TIDAK ADA SEORANG PUN YANG DAPAT BERCAKAP-CAKAP DENGAN ALLAH, KECUALI DENGAN WAHYU, ATAU DARI BELAKANG TABIR, ATAU DENGAN MENGIRIMKAN UTUSAN-NYA DENGAN SEIZIN-NYA.
( AS-SYUARA 42 : 51 ).
MULAI HARI INI AKU SINGKAPKAN TABIR YANG MENUTUPI MATAMU, MAKA PENGLIHATANMU AKAN MENJADI TAJAM (AL QAAF 50 : 22).
TUHAN MENEMPATKAN DIRI ANTARA MANUSIA DENGAN QOLBUNYA. (AL ANFAL 8 : 24).

Qolbu merupakan titik terendah dari sumbu komunikasi vertikal kepada Allah. Tabir akan menjadi transparan dan akan menjadi kabel penghubung untuk berkomunikasi dengan Allah, manakala kita tidak ragu-ragu akan kebenaran Al Qur’an dan yakin akan ke ghoiban Allah dimana qolbu merupakan pintu masuk ke alam ghoib. Komunikasi dengan Allah hanya bisa melalui dzikir qolbu.

INILAH KITAB YANG TIADA DIRAGUKAN, SUATU PETUNJUK BAGI MEREKA YANG TAKWA, YAITU MEREKA YANG BERIMAN KEPADA YANG GHOIB.
( AL BAQARAH 2 : 2-3 )

DAN SEBUTLAH ( NAMA ) TUHANMU DALAM HATIMU…( AL A’RAF 7 : 205 ).
DIA AKAN MEMBERI PETUNJUK KEPADA HATINYA ( AT TAGABUN 64 :11 )
DIALAH JIBRIL YANG MENURUNKAN AL QUR’AN KE DALAM QOLBUMU DENGAN SEIZIN ALLAH (AL BAQARAH 2 : 97).

Oleh karena itu seorang akan betul-betul yakin kepada kebenaran Al Qur’an dan hakikat Dzat, setelah yang bersangkutan mengalami hal-hal yang bersifat ghoib. Pengalaman ghoib itulah yang sangat didambakan oleh para pencari Tuhan. Pengalaman ghoib itulah yang disebut ilmu ilhamiah atau ilmu laduni yang lebih dipercayai oleh mereka para sufi dari pada ilmu akal.

BARANG SIAPA YANG HATINYA DIBUKA OLEH ALLAH KEPADA ISLAM (DAMAI) MAKA IA ITU MENDAPAT CAHAYA DARI TUHAN NYA.
(AZ ZUMAR 39 : 22).

Menurut Al Ghazali Dzat Allah itu sangat terang benderang, sehingga hanya bisa ditangkap oleh mata hati.
CAHAYA DI ATAS CAHAYA (AN NUR 35),
DIA (ALLAH) TIDAK TERCAPAI OLEH PENGLIHATAN MATA
(AL AN’AM 6 : 103).

YANG PERTAMA-TAMA AKU BERIKAN KEPADA MEREKA (YANG BERIMAN) ADALAH NUR KU YANG AKU TARUH DI HATI MEREKA (HADITS QUDSI).

Ketika Musa berdo’a ingin melihat Tuhan, maka Tuhan berfirman :
ENGKAU (MUSA) TIDAK AKAN SANGGUP MELIHAT AKU.
MAKA MANAKALA TUHANNYA MEMPERLIHATKAN DIRI DI ATAS BUKIT, BUKIT ITU HANCUR DAN MUSA JATUH TIDAK SADARKAN DIRI
(AL A’RAF 7 : 143).

Maka dengan demikian adalah sangat terlarang untuk menyingkap tabir rahasia Allah, kita tidak boleh melewati batas-batas yang telah ditetapkan Allah.
ALLAH MEMPUNYAI TUJUHPULUH HIJAB CAHAYA DAN KEGELAPAN; SEANDAINYA DIA MENYIBAKKAN HIJAB-HIJAB ITU MAKA KEAGUNGAN WAJAHNYA AKAN MEMBAKAR SEGALA YANG DILIHAT OLEH MAHLUK-NYA ( HADITS ROSULULLAH ).

Berpikirlah kamu tentang makhluk Allah, jangan berpikir tentang Dzat Penciptanya.
Aku tidak mengenal Allah, kecuali sampai sebatas pengetahuan yang telah Allah berikan kepadaku. ( Hadits Rosulullah ).
Bila kita berusaha mencoba menyingkap tabir tersebut, maka kita akan hancur lebur seperti halnya dalam riwayat Nabi Musa yang ingin melihat Allah, dimana gunung sekalipun akan hancur. Mengenal Tuhan harus melalui Tuhan. Dia yang mengenali dan Dia yang dikenali adalah sama. Jasmani Musa dengan ke-aku-annya tidak mungkin bisa berhadapan dengan Tuhan, karena tidak ada sesuatu wujud yang lain disamping Allah. Kekasaran jasmani dan ke-aku-an merupakan tabir yang pekat.
Sesungguhnya Allah telah memberikan peringatan kepada kita semua :

WA YUHADZDZITU KUMULLAHU NAFSAHU : DIA MEMPERINGATKAN KA MU TERHADAP DIRINYA (AL IMRAN 3 : 30).

KULLU SYAI’IN HAALIKUN ILLAA WAJHAHU : SEGALA SESUATU AKAN MUSNAH KECUALI WAJAHNYA (AL QASHASH 28 : 88).

Bila ingin berjumpa dengan Tuhan, hancur luluhkan dirimu sendiri, ke-akuan-mu, egomu, tutup mata dan telingamu, tutup semua ilmu dan teori tentang Dzat, kosongkan hati dan pikiranmu dari segala sesuatu selain Allah semata, maka KE-AKU-AN TUHAN, RUH TUHAN dalam dirimu akan muncul memperlihatkan JAMAL-NYA. AKU dan AKU saling bertemu dan berdialog. Demikianlah apa yang dilakukan Musa selama 40 hari dan 40 malam, sehingga Musa pun bisa menerima wahyu 10 Perintah Tuhan. Demikian juga Nabi Muhammad SAW, menurut para sesepuh, wahyu pertama turun setelah 40 hari dan 40 malam di Gua Hira.
Shabda Rosulullah : Kita harus bisa mati sebelum mati.

23 komentar:

  1. Assalamualaikum dokter Maman,
    Ilmu yang untuk sebagian besar orang sangat dirahasiakan, melalui anda saya dapat mengaksesnya dengan bahasa santun yang mampu dicerna, terima kasih dokter ..., mohon izin saya copy paste, semoga Allah SWT ridho dengan langkah dan kegiatan yang dokter lakukan.

    wassalam,
    roby istiono

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum dokter,
    tulisan Bapak sangatmenggugah batin saya, inilah yang saya cari selama ini, karena bahasanya sungguh indah

    BalasHapus
  3. nah itu dia, betul sekali tulisan bapak akan tetapi kenapa sekarang ini malah ngajarinnya mengenal diluar diri. truss bagaimana???

    BalasHapus
  4. Assalamualaikum...
    mohon izin saya copy paste.. untuk pembelajaran..

    BalasHapus
  5. Maaf mas.. Yang Anda sebutkan bukanlah deretan Hadits Qudsi..

    BalasHapus
  6. Terima Kasih. Mohon ijin Copy Paste, Dok....

    BalasHapus
  7. bagaimana pa cara memandang yg meliputi,kemana kita arahkan pandangan kita

    BalasHapus
  8. Assalammu'alaikum wr. wb.
    Derek copy Dokter setelah membaca tambah semangat. Terimakasih artikelnya.

    Wassalam Wr. Wb.

    BalasHapus
  9. Assalammu'alaikum wr. wb.
    Derek copy Dokter setelah membaca tambah semangat. Terimakasih artikelnya.

    Wassalam Wr. Wb.

    BalasHapus
  10. Ma`af deretan yg di bilang hadist qudsey , ga ada dalm kumpulan hadist qudsey, mohon di ralat.

    BalasHapus
  11. Ma`af deretan yg di bilang hadist qudsey , ga ada dalm kumpulan hadist qudsey, mohon di ralat.

    BalasHapus
  12. Alhamdullillah....Smoga Allah SWT menambah Ilmu pd Saya chususnya dan Pd sdra/iku umumnya Amin....Amin....Amin...yg mn tlh membagi tulisan ini dan yg membcnya......mnrt yg hamba Allah yg menulis ini : Alif Lam Mim... adlh DIA .....DIA dimn .....itu adlh SIR ( Rahasia ).Dari Alif menuju Mim hrs melewati bbrp titik.Sbg contoh " Alif" terdiri dri 2 titik,oleh krn itu utk sampai pd Mim hrs dimulai dri titik awal. sbgmn dlm hadist qudsi " Seluruh Alam ini dirangkum dlm Alquran,dan Alquran dirangkum lagi dlm Alfatihah dan Alfatiha dirangkum lagi didlm Bismillahirrachmannirrahim yg dirangkum lagi dlm huruf Ba yg dibawahnya ada titik.titik tsb ada didlm diri Insan dan berada didlm genggaman Allah yg disbt Mahkamal.............. caritahu hal tsb dgn mengkaji perjlnan Mirajz Muhammad Rasullullah SAW... atau bertanya kpd yg mempunyai haq utk menerangkannya.Simaklah Muhammad Saw pd waktu Beliau umur 5 thn dan umur 40 thn yg yg dilakukan Jibril As kpnya,shg waktu Beliau Mirajz ,Firman Allah yg paling utama adlh : Maha Suci Allah yg tlh memeperjlnkan .....dstnya.renungkan hal itu smoga Allah Swt memberikan Hidayah kpd siapa yg dikendakiNya yg ber-sungguh2 mencariNya.

    BalasHapus
  13. Assallamualaikum... :) subhannallah.. jgnlah memperdebat maupun diperdebatkan.. semua sama satu tujuan.. benar dan salah hanyalah beliau ALLAH nya bisa mengucapkan hal itu.. bagi hambanya itupun belum tentu hambanya... hanyalah sebatas baik dan buruk.. didalam kebaikan pasti ada keburukan... didalam keburukan pasti ada kebaikan.. :)
    maka itulah.. dengan kalimah... IQRO KITAB BAQO KAFA BINAFSIKA AL YAOMAALAIKA HASBI... Allah maha pengampun lagi maha penyayang...

    BalasHapus
  14. Sya sangat sependapat dengan dokter, ini bisa meloloskan kita dari godaan syaitan pada saat kita dalam dzakaratul maut.

    BalasHapus
  15. menurut tafsir bukan itu artinya....coba dibrowsing dulu baru dipublikasikan. KAMI TELAH MENGUTUS SEORANG UTUSAN DALAM NAFS (DIRI)-MU (AT TAUBAH 9 : 128).

    BalasHapus
  16. Urun rembuk Rasulullah mengisyaratkan:
    "Kejadian yang mula-mula dijadikan Allah ialah ILMU" sesuai dengan firman Allah (QS 2:1) mustahil Allah menciptakan semuanya tanpa ILMU"

    BalasHapus
  17. Kenapa ilmu mengenal Dzat Allah sangat dirahasiakan, karena sangat mudah sihingga bagi seseorang yg bukan pencari akan menjadi murka saat ditunjukkan, kasihan mereka

    BalasHapus
  18. Apakah anda bisa menunjukkan laku mengenal dzat allah?, allah itu bukan dzat, ttpi robbul idzati ( tuhannya dzat), paling anda mampu melihat NUR yg ada dlm diri anda, syukur alhamdulillah itu adalah dasar yg Bagus untuk melangkah pd tingkat selanjutnya.

    BalasHapus
  19. Subhanallah, trims atas tulisannya

    BalasHapus
  20. Allah swt telah menegaskan tentang dzatnya sendiri لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ bahwa Allah adalah dzat yg Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia (Surah Ash-Shura,ayat 11:) jd pertanyaanya di dlm kita beritual shalat dlm islam untuk menghadap Allah 5 x sehari seperti apakah yg sdh kita lakukan dlm ibadah sholat itu untuk menghadap Allah,karena Allah dzat tdk ada sesuatupun yg serupa maka Bila ingin menghadap Allah, benar apa yg sdh di tuliskan Dokter hancur luluhkan dirimu sendiri, ke-akuan-mu, egomu, tutup mata dan telingamu, tutup semua ilmu dan teori tentang Dzat, kosongkan hati dan pikiranmu dari segala sesuatu selain Allah semata,hanya Laaila hailullah maka KE-AKU-AN TUHAN, RUH TUHAN dalam dirimu akan muncul memperlihatkan JAMAL-NYA. AKU dan AKU saling bertemu dan berdialog.

    BalasHapus
  21. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus