Sabtu, 20 Maret 2010

Pedoman Hidup Umat Islam

Sebelum wafat Rosulullah SAW berwasiat :
AKU TINGGALKAN UNTUK KAMU SEKALIAN DUA PERKARA (PUSAKA), TIDAK AKAN KAMU SEKALIAN TERSESAT SELAMA KAMU SEKALIAN BERPEGANG TEGUH KEPADA KEDUANYA, YAITU KITABULLAH (AL QUR’AN) DAN SUNAH ROSULNYA.

SESUNGGUHNYA DALAM DIRI ROSULULLAH TERDAPAT SURI TAULADAN YANG BAIK BAGI ORANG-ORANG YANG MENGHARAPKAN ALLAH DAN HARI KIAMAT SERTA SERING MENGINGAT ALLAH ( AL AHZAB 33 : 21 ).
KATAKANLAH, JIKA KAMU MENCINTAI ALLAH, MAKA IKUTILAH AKU, NISCAYA ALLAH AKAN MENCINTAIMU ( ALI IMRAN 3 : 31 ).

Al Qur’an dan Sunah Rosul merupakan pedoman hidup bagi seluruh umat manusia khususnya umat islam. Di dalam Al Qur’an terkandung semua aspek kehidupan umat manusia dan juga yang menjelaskan dan memutuskan dengan benar apa-apa yang diperselisihkan oleh umat manusia.

KAMI TURUNKAN (AL QUR’AN) DENGAN KEBENARAN DAN DENGAN KEBENARAN DIA TURUN (AL SIRA 17 : 105).
Dengan Kebenaran dia turun. Berarti Yang Maha Benar senantiasa mendampingi Al Qur’an pembawa kebenaran yang diturunkan ke dalam qalbu Muhammad SAW dan ke dalam qolbu orang-orang yang beriman … Dengan perkataan lain Al Qur’an bukan ciptaan Muhammad SAW, beliau hanya sebagai perantara. Yang Maha Benar senantiasa mendampingi Al Qur’an untuk menjaga keaslian dan kelestariannya.

TIADAKAH MEREKA ITU MERENUNGKAN AL QUR’AN ??? SEANDAINYA AL QUR’AN ITU (BERASAL) DARI SELAIN ALLAH, TENTU MEREKA AKAN MENEMUKAN BANYAK PERTENTANGAN DI DALAMNYA ( AN NISA 4 : 82 ).

Oleh karena itu, sebagai umat Islam kita harus bersyukur, karena mempunyai kitab suci Al Qur’an serta suri tauladan dari Rosulullah sebagai pedoman dalam kehidupan. Seperti kita ketahui bahwa tidak satu ayatpun di dalam Al Qur’an yang isinya saling bertentangan, akan tetapi justru antara ayat yang satu dengan ayat lainnya saling menunjang, saling berkaitan. Hal ini merupakan salah satu bukti bahwa Al Qur’an berasal dari Allah, bukan buatan manusia. Silahkan bandingkan dengan kitab lainnya yang bukan Al Qur’an …

DIALAH JIBRIL YANG MENURUNKAN AL QUR’AN KEDALAM QOLBU-MU DENGAN SEIZIN ALLAH ( AL BAQARAH 2 : 97 ).

AL QURAN ITU NUR ( AS SYURA 42 : 52 )
ALLAH ADALAH CAHAYA LANGIT DAN BUMI ( AN NUUR 24 : 35 )

DIA AKAN MEMBERI PETUNJUK KEPADA HATINYA ( AT-TAGABUN 64 : 11 ).
SESUNGGUHNYA AL QURAN YANG MULIA BERADA PADA KITAB YANG TERPELIHARA, TIDAK TERSENTUH KECUALI OLEH MEREKA YANG DISUCIKAN ( AL WAQI’AH 56 : 77-78 ).

QOLBU adalah ujung paling bawah dari sumbu komunikasi kepada Allah. Qolbu merupakan pintu masuk ke alam ghoib. Hanya qolbu yang bisa ma’rifah kepada Allah. Di dalam qolbu mukmin ada Al Quran, ada cahaya yang meneranginya. Dalam hal ini mata hati seorang mukmin tentu tidak buta, nalurinya tajam. Mata hati yang disebut nurani ( Nur Aini ) di dalamnya ada Cahaya Yang Maha Melihat.
DALAM DIRI MANUSIA ADA YANG MAHA MELIHAT ( AL QIYAMAH 75 : 14 )

ALLAH MEMBIMBING KEPADA CAHAYA-NYA BAGI SIAPA YANG DIA KEHENDAKI (AN NUUR 24 : 35).

BARANG SIAPA YANG HATINYA DIBUKA OLEH ALLAH KEPADA ISLAM (KEDAMAIAN), MAKA DIA ITU MENDAPAT NUR DARI TUHANNYA
(AZ ZUMAR 39 : 22).

DAN DEMIKIANLAH KAMI WAHYUKAN KEPADAMU MUHAMMAD, WAHYU DENGAN PERINTAH AKU. SEBELUMNYA KAMU MUHAMMAD TIDAKLAH KAMU MENGETAHUI APA ITU AL QUR’AN DAN TIDAK PULA KAMU MENGETAHUI APA ITU IMAN, TETAPI AKU JADIKAN AL QUR’AN ITU NUR SEBAGAI PETUNJUK BAGI SIAPA-SIAPA YANG KAMI KEHENDAKI DI ANTARA HAMBA-HAMBA KAMI DAN SESUNGGUHNYA KAMU MUHAMMAD DIBERI PETUNJUK KEPADA JALAN YANG LURUS.
( AS SYURA 42 : 52 ).

INILAH AL QUR’AN YANG TIADA DIRAGUKAN (ISINYA), SUATU PETUNJUK BAGI MEREKA YANG TAKWA ( AL BAQARAH 2 : 2 ).

AKU TURUNKAN AL QUR’AN DALAM BAHASA ARAB SUPAYA KAMU MEMPEROLEH PENGERTIAN ( YUSUF 12 : 2 ).

TIADA KAMI (ALLAH) MENGUTUS SEORANG ROSUL, KECUALI DENGAN BAHASA KAUMNYA SENDIRI UNTUK MEMBERI PENJELASAN KEPADA MEREKA. LALU ALLAH MENYESATKAN SIAPA YANG DIA KEHENDAKI, DAN MEMBIMBING SIAPA YANG DIA KEHENDAKI. DIA MAHA PERKASA DAN MAHA BIJAKSANA ( IBRAHIM 14 : 4 ).

Kenapa dalam bahasa Arab ??? Mungkin karena Rosulullah SAW adalah bangsa Arab atau mungkin juga bahasa Arab tanpa huruf Ain yaitu bahasa RAB seperti yang diucapkan Rosulullah : Annaa ‘Arabun bilaa’ain. Aku adalah Arab tanpa ain.
Oleh karena bahasa Al Qur’an adalah bahasa Rab maka keindahannya tiada seorangpun yang sanggup membuat tandingannya. Tidak sekedar keindahan bahasanya saja namun juga ada mukjizat didalamnya. Pada saat ayat-ayat Al Quran itu dibacakan, akan memancarkan getaran yang bisa menembus hati sanubari orang Arab Quraisy yang mendengarnya saat itu, sehingga banyak yang masuk Islam. Mukjizat getaran ayat-ayat Al Quran ini sering dipakai untuk pengobatan ruqyah.
Bahasa Arab merupakan bahasa yang sangat kaya akan perbendaharaan kata-katanya serta mempunyai makna yang mudah dicerna oleh bangsa-bangsa lain, sehingga menarik minat bangsa lain untuk mempelajari Al Qur’an.
ALLAH MENGHENDAKI KEMUDAHAN BAGIMU, DAN TIDAK MENGHENDAKI KESUKARAN BAGIMU ( AL BAQARAH 2 : 185 ).

SESUNGGUHNYA TELAH KAMI MUDAHKAN AL QUR’AN UNTUK DIPELAJARI, MAKA ADAKAH ORANG-ORANG YANG MENGAMBIL PELAJARAN ( AL QOMAR 54 : 17 ).

SESUNGGUHNYA DALAM AL QUR’AN ITU TERDAPAT RAHMAT YANG BESAR DAN PELAJARAN BAGI ORANG-ORANG YANG BERIMAN
( AL ANKABUT 29 : 50-51 ).

Menurut penelitian para ahli, pada zaman Rosulullah ternyata bahasa Arab bukanlah merupakan suatu bahasa yang baru tumbuh, akan tetapi merupakan suatu bahasa yang sudah matang dan sudah mencapai puncak perkembangannya, sehingga mempunyai perbendaharaan kata yang sangat luas.
Sebagai bukti penelitian para ahli adalah : Pada masa tersebut masyarakat Arab sangat menghargai karya sastra Arab yang bermutu, baik yang berbentuk prosa maupun yang berbentuk puisi. Karya sastra tidak mungkin populer bila bahasanya belum berkembang sempurna.
Mereka (masyarakat Arab) pada waktu itu sangat terpesona dengan keindahan gaya bahasa serta isi kandungan Al Qur’an, sehingga mereka merasa terpanggil untuk memeluk agama Islam. Selanjutnya mereka yang sudah memeluk Agama Islam senantiasa berusaha untuk mempertahankan kelestarian bahasa Arab berdasarkan bahasa yang ada di dalam Al Qur’an tersebut.
Bahasa Arab di dalam Al Qur’an disebut bahasa Arab Fusha yang dijadikan bahasa Resmi di seluruh negara-negara Arab termasuk Libanon, Maroko dan lain-lain, serta dipergunakan juga di Perguruan Tinggi Al Azhar dan di Perguruan Tinggi lainnya.
SESUNGGUHNYA KAMI TELAH MENURUNKAN ADZ-DZIKR DAN SESUNGGUHNYA KAMI TETAP MEMELIHARANYA ( AL HIJR 15 : 9 ).

Maha benar Tuhan dengan segala firmannya…
Ternyata berdasarkan penelitian para ahli, memang benar bahwa Al Qur’an itu telah menjaga keutuhannya sendiri, sehingga siapapun tidak akan bisa merubahnya. Antara lain dari segi gaya bahasanya yang banyak mengandung kiasan-kiasan (metafora) yang sederhana dan mudah dipahami, sehingga terasa pas dan indah. Bahkan Al Qur’an sendiri menantang umat manusia untuk membuat semacam Al Qur’an bila memang manusia mampu :
KATAKANLAH : SESUNGGUHNYA JIKA MANUSIA DAN JIN BERKUMPUL UNTUK MEMBUAT YANG SERUPA AL QUR’AN INI NISCAYA MEREKA TIDAK AKAN DAPAT MEMBUATNYA, SEKALIPUN SEBAGIAN MEREKA MENJADI PEMBANTU BAGI SEBAGIAN YANG LAIN ( AL ISRA 17 : 88 ).
DAN JIKA KAMU SEKALIAN TETAP MERAGUKAN AL QUR’AN YANG KAMU WAHYUKAN KEPADA HAMBA KAMI (MUHAMMAD), BUATLAH SATU SURAT SAJA YANG SEMISAL AL QUR’AN ITU DAN AJAKLAH PENOLONG-PENOLONGMU SELAIN ALLAH, JIKA KAMU SEKALIAN ORANG-ORANG YANG BENAR ( AL BAQARAH 2 : 23 ).

Bukti lain bahwa Al Qur’an menjaga keutuhannya sendiri adalah mengenai masalah keistimewaan angka 19 : DI ATASNYA ADA SEMBILAN BELAS ( AL MUDDATSTSIR 74 : 30 ). BASMALLAH serta banyak ayat-ayat lain hurufnya berjumlah 19, jumlah seluruh surat didalam Al Qur’an merupakan kelipatan 6 x 19 = 114. Huruf YA dan SIN pada surah Yasin ada 15 x 19 = 285. Huruf THO dan HA pada surah Thoha ada 18 x 19 = 342. Bangsa Arab sendiri menulis jumlah bilangan berdasarkan sistim susunan angka dari mulai dari angka 1 sampai angka 9.
Banyak lagi keistimewaan bilangan di dalam Al Qur’an, misalnya : kata dunia dan akhirat sama-sama berjumlah 115 kali, kata malaikat dan kata syaitan sama-sama berjumlah 68, kata hari ada 365 kali, kata bulan tertulis 12 kali, kata hidup dan mati sama-sama 145 kali, kata musibah dan syukur sama-sama 75 kali. METODE STRUKTUR dan FORMAT AL QURAN ( MSFQ ) mushaf UTSMANI dengan format 18 baris ternyata sangat luar biasa. Hal ini pertama kali dikaji, diteliti dan dikembangkan oleh H. LUQMAN AQ SUMABRATA selama 15 tahun. Sebagai contoh Penulisan Surat Al Fatihah selalu dihalaman 2 terdiri dari 7 ayat ditulis dalam 6 baris. Kemudian 4 ayat Surat Al Baqarah di halaman 3 terdiri dari 6 baris. Bila kita lihat angka-angka tersebut tersusun 6236 adalah jumlah seluruh ayat yang ada di dalam Al Quran. Surat 47 adalah Surat MUHAMMAD sedangkan Surat 74 adalah Surat Al MUDDATSTSIR ( Orang Yang Berselimut ). Surat Muhammad terdiri dari 38 ayat. Bila angka 3 dan 8 dijumlahkan muncul angka 11. Bila angka 4 dan 7 dijumlahkan muncul angka 11 yang terdiri dari angka 1 dan 1 yang seimbang. Anehnya perjumlahan angka 38+47 = 85. Di dalam Al Quran Surat ke 85 adalah Surat Al BURUUJ ( Gugusan Bintang ) jumlah ayatnya 22 dimana angka 2 dan 2 juga adalah angka yang seimbang. Hal ini melambangkan bahwa ajaran Muhammad penuh keseimbangan. Masih banyak contoh-contoh lainnya yang unik dan luar biasa dari Al Quran yang tidak dimiliki kitab lain. Jadi kita harus yakin dan jangan ada keraguan sedikitpun akan kebenaran Al Quran. Karena Al Quran bukan rekayasa Muhammad tapi benar-benar wahyu dari Allah SWT.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar