Sabtu, 20 Maret 2010

Pertolongan dan Utusan Allah

SESUNGGUHNYA TELAH DATANG SEORANG UTUSAN DALAM DIRI KALIAN SENDIRI (GOLONGAN KALIAN SENDIRI), IA MERASA BERAT MEMIKIRKAN PENDERITAANMU, DAN SANGAT MENGHARAPKAN ATAS KESELAMATAN DAN KEIMANANMU, LAGI PULA SANGAT PENYANTUN DAN PENYAYANG. TAPI BILA MEREKA BERPALING, KATAKANLAH : CUKUPLAH ALLAH BAGIKU, TIADA TUHAN SELAIN ALLAH, KEPADANYA AKU BERTAWAKAL, DIALAH PEMILIK ARASY YANG AGUNG
(AT TAUBAH 9 : 128 – 129).
Beberapa pengertian mengenai utusan Allah adalah sebagai berikut :
1. Bisa sebagai manusia biasa (kita semua).
2. Para wali Allah.
3. Para nabi dan para rosul Allah.
4. Bisa para malaikat Allah dan para ruh suci.
5. Bahkan hewan sekalipun dapat sebagai sarana utusan Allah.

PERHATIKAN BEBERAPA AYAT AL QURAN DI BAWAH INI :

TANAZZALUL MALAA-IKATU WAR-RUUHU FIIHAA BI IDZNI RABBIHIM MINKULLI AMRIN. TURUN PARA MALAIKAT DAN RUH (SUCI) DENGAN SEIZIN TUHANNYA MEMBAWA (MELAKSANAKAN) SEGALA PERINTAH.
( AL QADR 97 : 3 )

BETAPA BANYAKNYA MALAIKAT DI LANGIT, NAMUN TIDAK SEDIKITPUN BISA MEMBERI SAFA’AT (PERTOLONGAN), KECUALI SETELAH ALLAH MEMBERI IZIN KEPADA SIAPA YANG DIA KEHENDAKI DAN DIA RIDHOI.
( AN-NAJM 53 : 26 )

(INGATLAH) KETIKA ENGKAU MEMOHON PERTOLONGAN KEPADA TUHAN MU, KEMUDIAN DIA MENGABULKAN DAN BERFIRMAN : SESUNGGUHNYA AKU AKAN MENOLONGMU DENGAN SERIBU MALAIKAT YANG DATANG BERTURUT-TURUT ( AL ANFAL 8 : 9 )

JANGANLAH KAMU MENGIRA ORANG-ORANG YANG MENINGGAL DI JALAN ALLAH ITU MATI, TIDAK!!! MEREKA TETAP HIDUP DI SISI TUHANNYA DAN MENDAPAT REZEKI ( ALI IMRAN 3 : 169 )

Seperti yang telah kita pelajari sebelumnya, bahwa jasmani berasal dari tanah, maka akan hancur, kembali lagi menjadi tanah. Sedangkan ruhani mukmin karena berasal dari Nur Muhammad, maka akan kekal dalam Cahaya Keillahian.

MAKA HENDAKLAH MEREKA MENYEMBAH TUHAN PEMILIK RUMAH INI. YANG MEMBERI MEREKA MAKAN DARI KELAPARAN DAN MENGAMANKAN DARI KETAKUTAN ( AL QURAISY 106 : 3-4 ).

Oleh karena itu, berdasarkan ayat-ayat Al Qur’an tersebut di atas, maka setiap permohonan sebaiknya harus langsung ditujukan kepada Allah dengan hati yang tulus merunduk dan sujud serta suara yang tidak dikeraskan. Jasmani diam, yang berkomunikasi dengan Allah adalah ruhaninya yang menjerit di dalam hati.
Dalam hal ini kita harus ingat bahwa qolbu merupakan pengertian hakiki dari Rumah Allah, dimana qolbu juga merupakan pintu masuk ke alam ghoib.

SUCIKANLAH RUMAHKU (AL HADID 57 : 26).
(CAHAYA ITU MENERANGI) RUMAH-RUMAH YANG DI DALAMNYA ALLAH TELAH BERKENAN UNTUK DIMULIAKAN DAN DISEBUT NAMANYA, DAN BERTASBIH PADA WAKTU PAGI DAN PETANG (AN NUUR 24 : 36).
AKU BERADA DI DALAM HATI SESEORANG MUKMIN (HADITS).
SESUNGGUHNYA ALLAH TEMPAT BAGI PENDUDUK BUMI DAN TEMPAT TUHANMU ADA DALAM HATI PARA SHOLIHIN ( HADITS ).

BUMI DAN LANGITKU TIDAK MEMBUATKU MERASA NYAMAN, NAMUN HATI HAMBAKU YANG MUKMIN, LEMBUT DAN WELAS ASIH MEMBUATKU MERASA NYAMAN ( HADITS QUDSI ).

Dengan demikian adalah wajar bila sopan santun permohonan di awali dengan mohon ampunan dan kasih sayang Allah, bersyukur atas segala karunia Allah, mohon izin dan keridoan Allah apa hajat kita, kemudian serahkan kembali segala sesuatunya kepada Allah, cukup kepada Allah kita bertawakal, pasrah total, kosongkan hati dan pikiran, diakhiri dengan dzikrullah Allah… Allah … Allah …
Adapun kemudian Allah berkenan memberikan petunjuk dan pertolongan Nya melalui utusannya apakah berupa malaikat ataupun Ruh suci para wali atau ruh suci lainnya yang berasal dari golongan kalian sendiri (para leluhur kita sendiri), itu adalah HAK ALLAH atas siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridhoi.
Oleh karena kita semua adalah manusia biasa, bukan sebagai Nabi dan bukan sebagai wali, maka utusan Allah yang datang sangat mungkin berasal dari tingkatan Ruh Suci para leluhur kita sendiri.
Dengan demikian pembacaan do’a surat Al Fatihah untuk dihadiahkan kepada RUH para Rosul khususnya Rosulullah Muhammad SAW, para malaikat Allah, para sahabat, tabiin, para wali Allah, para suhada, para guru pembimbing ruhani, para leluhur,orang tua kita, ruhani kita, anak-istri, sebelum mengajukan permohonan, itu adalah merupakan jembatan penghubung atau merupakan kabel komunikasi antara ruhani kita dengan ruhani para utusan Allah, manakala Allah berkenan memberikan petunjuk dan pertolongan NYA, melalui para utusan NYA.
Perhatikan Surat Ali Imran 3 : 169 : Jangan kamu mengira orang-orang yang meninggal di jalan Allah itu mati. Tidak! Mereka tetap hidup di sisi Tuhan-nya dan mendapat rezeki. Pengertian “rezeki” dalam hal ini sangat luas sekali.
Semasa hidupnya mereka itu, khususnya Muhammad SAW berdo’a kepada Allah agar umatnya termasuk sanak keluarganya, selamat di dunia dan akhirat. Do’a ini merupakan tabungan mereka yang belum cair. Melalui surat Al Fatihah yang kita hadiahkan kepada mereka, mudah-mudahan Allah berkenan mencairkan tabungan tersebut untuk kita. Itulah yang disebut safa’at do’a Rosulullah atau karomah do’a waliyullah atau maunat dari para guru ruhani kita serta inayah dari leluhur kita.
Sesungguhnya syaetan dan iblis merupakan manifestasi dari SIFAT JALAL ALLAH, yang secara tidak langsung mendapat perintah Allah untuk menguji keimanan manusia di dunia. Ujian keimanan ini terus berlangsung setiap saat, sampai menjelang ajal sekalipun, pada saat manusia dalam keadaan sakaratul maut. Bila kita lengah, maka kita akan jatuh ketangan setan dan iblis. Namun Allah juga telah memberi jaminan bahwa iblis tidak akan bisa mengganggu umat yang sedang mendekatkan diri kepadaNya. Jadi pada saat kita sedang berdzikirullah, kita tidak usah takut kepada iblis, karena kita berada dalam jaminan Allah. LAA ILAHA ILALLAH ADALAH BENTENGKU, BARANG SIAPA MEMASUKINYA, DIA BERADA DALAM PERLINDUNGANKU ( HADITS KUDSI ).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar