Sabtu, 20 Maret 2010

TABIR (Hijab, Selubung)

1. Tabir personal (pribadi, keakuan, ego).
Tabir ini tidak akan hilang selama diri kita sebagai hamba (sebagai manusia) masih diselubungi oleh ego kita sendiri, seperti halnya kita menggosok batu yang tidak pernah akan mengkilap.

2. Tabir dari sifat-sifat.
Tabir ini akan menghilang bila kita mengubah dzat dan sifat kita menjadi Dzat dan sifat Allah, seperti halnya kita menggosok karat dari sebuah gelas kaca.
Sebenarnya tabir hanyalah hayalan (imajinasi) daripada keakuan atau keberadaan diri sendiri (ego). Dengan adanya ilmu pengetahuan kadang-kadang rasa keakuan akan menjadi semakin besar, perasaan gengsi, harga diri, angkuh, ujub, ria, iri, dengki dsb… Sekarang ini banyak yang lupa diri, karena hati nuraninya tertutup.
Dengan demikian keakuan dan pengetahuan akan menjadikan tabir semakin rapat dan semakin tebal, sehingga akan membutakan mata hati kita kepada AL HAQQ, Yang Maha Benar. Berarti bukan seberapa banyak ilmu yang kita pelajari tapi seharusnya adalah seberapa dekat kita kepada Allah !!!
Ilmunya cukup Basmallah saja … !!!

Bila kita ingin ke luar dari tabir, ubahlah sifat-sifat kita, akhlak kita, keakuan kita masuk ke dalam Akhlak dan Sifat-Nya, sebagaimana akhlak dan sifat Rosulullah. Serahkan diri kita sepenuhnya dalam kekosongan dan keheningan, dalam kefanaaan, jangan biarkan fikiran (pengetahuan) datang, bila pikiran datang menguasai diri, maka pikiran tersebut akan mengukir gambaran hayal (imajinasi) di dalam bathin kita, sehingga bathin kita akan seperti museum…
Sabda Rosulullah :
Segala sesuatu ada pembersihnya, pembersih hati adalah dzikir. Tidak ada sesuatu yang dapat melepaskan manusia dari azab selain dari pada dzikrullah. Kiamat tidak akan terjadi selama masih ada orang-orang yang berdzikirullah. Dengan berdzikrullaah, berserah diri kepada Allah, tabir akan terkikis, hati akan menjadi tenang dan tentram, hati akan menjadi terang benderang, memancarkan sifat-sifat ke-Ilahian … sebagai sumber kekuatan … yang maha dasyat …

Tidak ada komentar:

Posting Komentar